Bisnis sambil Kerja

Bisnis sambil Kerja, Kenapa tidak!

Bekerja sebagai Karyawan, dimanapun dan diperusahaan apapun SAMA, Gaji dah dipatok, waktu sudah ditentukan. Padahal rezeki itu ga ada batasnya bukan begitu.
Kalau belum bisa ambil keputusan sadis dan berani untuk resign, mending kita didik mental usaha dulu dengan berbisnis sambil EKSYEN dan mempersiapkan untuk resign. asyekk.
Bener, kata para entrepreuner muda mengatakan, jangan terlalu banyak mikir tentang teori bisnis tapi eksyen-nya kurang. Dalam usaha butuh keberanian dan tindakan yang cepat, segala kendala dipermudah dengan pola pemikiran cepat. salah satu contoh, saya baru 2 bulan ini juga mencoba merintis usaha penjualan baju, tapi anda mungkin tidak percaya saya membuka peluang tersebut tanpa modal yang begitu besar. Jadi hindari pemikiran bahwa modal dalam usaha itu adalah segala-galanya. Padahal point penting itu sebenarnya “Koneksi/Jaringan dan Market”.

Dua point itu yang menjadi nilai jual kita untuk mencari modal usaha. Tapi bagaimana cara untuk untuk menarik investor untuk mendanai usaha kita. Salah satu peluang terbesar kita adalah Keluarga, Sahabat, dan mungkin Rekan kerja.

Bagaimana membuat mereka tertarik?
1. Buat Proposal sederhana tentang simulasi Usaha yang kreatif.
2. Jelaskan market yang akan kita tuju dan jenis produknya.
3. Jelaskan keuntungan yang akan didapat dan bagi hasilnya.
4. Jelaskan juga bahwa ada semangat yang luar biasa dari anda dalam menjalani usaha itu.
5. Buat legalitas tentang metode bagi hasil ataupun peminjaman modal usaha dengan bagi hasil.

Kalau seandainya semua telah anda atur dengan baik, saya yakin keluarga dan family ataupun rekan kerja akan tertarik untuk berinvestasi dengan anda.
Kenapa harus ddahulukan dengan keluarga atau orang terdekat? karena anda baru mulai melakukan usaha. Untuk mendapatkan investor/ pinjaman dana dari orang lain ataupun yang lain akan sulit untuk di approve.

Untuk mengawali usaha, hindari dulu peminjaman melalui BANk. Kenapa? karena, apakah anda sudah dapat memastikan produk yang akan anda jual akan diterima dipasaran, atau apakah dalam sekejap anda akan mendapatkan pelanggan tetap. Tentu tidak bukan, kita butuh beberapa bulan, bahkan setahun untuk mulai membentuk pelanggan dan pasar. Sedangkan pinjaman ke BANK harus disetor tiap bulan. Cukup meberatkan bukan!. Alangkah baiknya pikiran kita lebih konsen terhadap omzet penjualan dari pada memikirkan utang per bulan.

Alhamdulilah saya sudah jalani itu smua selama 2 bulan pertama. Sedikit bocoran bahwa saya sempat merasa down ketika bulan pertama bahwa omzet dgn keuntungan yang didapat tidak menutupi operasional (tidak sesuai dengan teori yang telah saya rencanakan diawal) karena salah saya masih NGARYAWAN, otomatis usaha tersebut dihandle oleh Karyawan yang saya gaji per bulan. Tapi akhirnya fikiran itu saya coba minimalisir dan sekarang saya fokus untuk mencari peluang pasar untuk menaikan omzet dengan cara:
1. Memanfaatkan perjalan dinas ke daerah2 untuk mempromosikan produk saya. (maaf xixixi).
2. Memberdayakn orng terdekat dikantor (ex. OB), untuk menjual produk saya di pasar2 malem.
3. Tidak memakai sepeserpun hasil dari PROFIT, karena salah satu kebutuhan hidup masih dihandle oleh gaji sebagai Karyawan.

Okay sekilas tentang usaha, update perkembangannya akan saya tulis lagi dilain waktu.

optimalkan waktu dengan menulis

hari ini saya cuti, walau cuman 1 hari tapi banyak hal yang bermanfaat yang saya lakukan (bukan hanya tedor*red), salah satu pengisi waktu atau killing time bahasa bulenya adalah dengan menulis. kebiasaan yang susah untuk konsisten, hehe. padahal kebiasaan menulis ini telah menularkan 2 keponakan saya masih kecil yang sudah jago dalam ngeblogging dan menulis mengalahkan si om-nya.

apa korelasi antara menulis dan menghafal!

contoh kasus pada diri sendiri, waktu kuliah yang namanya “hafalan” merupakan sesuatu bngt… wakakak, pokoknya system kebut semalam dengan mgnhafal jarang yang nyangkut pas ujian bahkan sering lupa. dahulu sekitar 6 tahun yang lalu teknik “menulis” inilah yang sering saya pakai untuk mempelajari pelajaran yang berbau hafalan, bukan teknik hafalan.

mmm jadi curiga, jangan2 teknik menulis yang dimaksud adalah menulis catatan kecil dan digunakan ketika akan ujian!!.
bener2 bngt!, awalnya juga saya bermaksud demikian, sengaja bikin catatan kecil di kertas, berbekal itu moga ujian dapet dgn sembunyi2 melihat catatan tersebut. tapi apa dikata apa yang dicatat dah keburu hafal pas ujian, padahal ga ngafal lho, jadi inilah yang dimaksud menulis untuk menghafal. jadi temen2 jangan lihat sisi negatif dolo dari contekan wakakakakak. (maap ngeles diatas ga selalu bener lho, hanya berlaku buat penulis)

masih butuhkah kita menghafal, disaat kita sudah bekerja!
pertanyaan yang tolol sekali yah, bener2 jambul katulistiwa. okay serius, disaat kita bekerja malah kita dituntut juga untuk menghafal. coba anda bayangin kalau seorang “welding inspector” tidak hafal dengan code/standar, apa kata dunia.

Bagaimana cara menghafal kalau otak dah separoh bocor!
yakni dengan menulis, bener yang telah saya dilakukan sekitar 6 tahun yang lalu, ketika ujian saya merangkum materi pelajaran dengan ditulis, efeknya akan lebih mudah hafal, gerakan tangan pada pena merupakan sensor motorik dan input dari panca indera mata yang menjadikan begitu banyak informasi yang bisa ditangkap oleh sel2 otak. ketika kita menulis 3 komponen tersebut bekerja bersamaan, mata melakukan sensor terhadap materi dan disampaikan ke otak, tangan juga memberikan sensor motorik ke otak dan memberikan sensor pula ke mata biar tidak mengantuk, dan sekaligus otak juga bekerja dengan kerasnya.

Silahkan anda coba sendiri, gimana cara menghafal buku yang memuakkan seperti code, handbook yang tidak ada gambarnya?

alhasil 2 halaman terbaca, handbooknya anda jadikan bantal sebagai alas tedor wakakak. so, menulislah jawabannya, yang biasa saya lakukan adalah menulis di blog. saya punya beberapa blog berbayar yang berfungsi buat menghafal materi2 dan code/ standar tentang bidang yang saya geluti.

kenapa tidak dikertas/buku aja om, menulisnya!
lahh, banyak kali pertanyaaannya. itu dolooo, moso dari dolo sampe sekarang ga berubah, skrng dah jamannya ipad. hehe. ga juga, alasannya bukan itu pada intinya sama antara mengetik dengan menulis dengan tangan sama2 gerak motorik, tapi dengan menulis di blog, saya bisa memahami dan menghafal buku2 sebagai penunjang kerjaan saya, sekaligus saya bisa beramal dengan share tentang apa2 yang saya baca dan hafal. begitooo sobatt

Apa itu PTK 007 Revisi 2 ?

Ulasan saya kali ini mengenai PTK OO7 Revisi 2.

Apa itu PTK 007 Revisi 2?
merupakan Pedoman Tata Kerja 007 yang telah banyak mengalami revisi dan yang terakhir adalah PTK OO7 Revisi 2 tahun 2011. Pedoman Tata Kerja (PTK) ini dirancang oleh Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS).

Apa kaitannya PTK 007 Revisi 2 dengan PERMEN 15/16?
nah lo, tumpang tindih regulasi, pastinya membingungkan para kontraktor dan pabrikan. Pada intinya kedua regulasi yang dikeluarkan oleh dua departemen yang berbeda itu mempunyai tujuan yang sama “menggalakan perusahaan/usaha dalam negeri”.
PTK 007 Revisi 2 yang dikeluarkan BPMIGAS hampir sama persis dengan PERMEN 15/16 tentang Petunjuk Teknis TKDN.

Trus, kenapa harus ada dua regulasi?
2 regulasi inilah yang saling mengisi, PTK OO7 mengatur tentang pengadaan barang di hulu MIGAS, dan tugas dari regulasi PERMEN 15/16 untuk mengimplementasikan TKDN pada barang atau jasa yang diadakan oleh KKKS.
Penilaian suatu komponen dalam negeri secara mendetail tidak tercantum didalam PTK tetapi terkuat dalam PERMEN 15/16.

ex. saat ini saya sedang melakukan assessment pada proyek PT.CPI dalam pembangunan 4 Mechanical Floating Unit yang dikerjakan oleh kontraktor PT.R. Regulasi yang kita gunakan untuk melakukan assesment terhadap PT.R adalah mengunakan PTK, akan tetapi disaat kita melakukan verifikasi layer 2/sub-vendor melalui vendor2 baik barang atau Jasa yang diadakan oleh PT.R maka layer 2/ sub-vendornya akan di assessment menurut PERMEN 15/16 untuk mendapatkan TKDN yang sebenarnya.

Sekilas mengenai PTK 007 Revisi, memang hanya segelumit dan ga teknis, tapi cukup membantu buat yang awam dalam TKDN. Thanks

ngelantur di malam jumat

night, my blog

efek kopi aceh kopi campur ganjrut boongan racikan sendiri, buah tangan si meutia nurul sambil ditemani musik relaksasi “heart of spring: mediteranian meditation” browsing jadi enyak.

Ngelantur kite malam ini adalah “kisah sebuah IPAD”, pastinya gadget yg saya pengen miliki, walau belum kebeli. tapi ngelantur kita bukan kisah tentang saya pengen ipad, akan tetaki Kasus yang kini menjadi sorotan atas Dian dan Randy menawarkan 2 iPad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli situs www.kaskus.us. Entah penyebabnya apa, tawaran ini membuat anggota polisi Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan sampai2 anggota DPR yang kurang kerjaan pun ikut angkat kaki dan bicara.

Malam semakin larut, ngelanturpun semakin enyak. yang tidak habis fikir bukannya hal lazim terjadi dinegeri ini, apa yang ilegal ataupun barang BM (BLACK MARKET) beredar diindonesia. Bukannya dari dulu polisi ama pemasok barang BM main kucing2an, bahkan ada semacam simbiosis mutualisme saling menguntungkan atau kasus ini hanya terkait kepentingan kelompok bisnis tertentu atau hupss bukan salah nyangka atau mau mengalihkan kasus2 berat yg sedang beredar.

Kata Om beny atawa Ketua Komisi Hukum DPR “Kok yang ini ngotot sekali ada apa? Kalau tebang pilih akan jadi pertanyaan publik, kenapa iPad ngotot sekali pengusutannya? Saya menyetujui penegakan hukum, jangan tebang pilih. Tetapi jangan cuma iPad, kasus yang lain banyak,” kata Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/7/2011).
Menurut Benny, pengusutan kasus iPad menunjukan minimnya sensitivitas aparat penegak hukum dalam menangani perkara. “Sama dengan dulu polisi menyidik nenek yang mencuri buah kakao. Saya meminta aparat penegak hukum sensitif menggunakan kewenangan hukumnya, sensitif terhadap rasa keadilan dan menggunakan kewenangan menetapkan tersangka atas kasus tindak pidana,” sambungnya.(sumber: detik.com)

saya dengan yg masih bau kencur tentang hukum bahkan ga terlalu peduli tentang hukum menilai bahwa cara polisi dan jaksa dalam menilai kasus ipad yg melibatkan Dian dan Randy itu terlalu dibesar2kan ditengah persoalan korupsi. atau karena ntu polisi ketipu beli barang BM tanpa manual book indonesianya, karena punya power langsung diusut. Bapak polisi, klo mau yang asli, ga pakai tipu2 beli ditempat yang resmi, alasan itu penyamaran, keknya saya tidak yakin dengan hal demikian.

Kumplitkan bangsa ini, yang ilegalnya, yang bodonya, yang kreatifnya, yang penjilatnya, tumpah ruah ditanah air yang diciptakan subur dan kaya hanya untuk kepentingan pribadi, tapi bagaimana pun saya kepengen beli ipad2 juga, buat mas Dian dan Randy masih ada nggak stock ipadnya, ga pake manual juga ga pa2.

saya juga baru tau tentang pasal UU perlindungan konsumen yang menyangkut manual book berbahasa indonesia pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf j UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. lucu aja pasalanya wekekekekekek soallnya pasal itu cuman berlaku buat orng2 kecil, klo mafianya dikasih urea biar tumbuh subur.

midnight my blog, see u morning

Bangsa ini butuh sosok entrepreneur kreatif

welcome my blog,
saya ingin bahas tentang kreatifitas, menurut saya kreatifitas itu adalah orang yng pintar membuat segala sesuatu yang sederhana menjadi nilai manfaat buat orang banyak, kreatif juga diartikan bahwa sesorang yang kaya akan imajinasi. sesosok pengusaha/ entrepreneur berasal bukan hanya dari orang yang pintar dan jenius tapi adalah dari orang2 yang kreatif dan punya daya imajinasi tinggi.

Kreatifitas ini ditunjukan oleh seorang mahasiswa semester II Jurusan Teknik Elektro Institut
Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Gunaris, 24 tahun, penemu telepon
umum pintar. anda mungkin dapat lngsung ke website yang saya baca http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2001/05/21/ILT/mbm.20010521.ILT79593.id.html

Banyak temuan yang ditemukannnya, apakah karena gunaris pintar atau dr orang berpunya, ternyata tidak gunaris dari orang sederhana yang kehidupannya senen sampe rabu doang. tapi disana hikmah yang ada, dengan hidup sederhana itu di memiliki imajinasi yang luar biasa. berfikir layaknya seorang enterpreneur. sebenarnya yang dibutuhkan bangsa ini adalah seoarang yang kreatif yang merupakan solusi dan sebagai potret lokomotif perekonomian bangsa masa depan.

mengapa?

saya mengutip dari komentar pak Chris pada milis migas indonesia, beginilah potret calon/bibit penerus bangsa ini yang realitanya berbanding terbalik dengan kreatifitas gunaris

Demand vs Supply
lazimnya anak2 muda, lulusan anyar kampus2 ternama di Indonesia, prioritas utama adalah bekerja pada perusahaan atau instansi ternama. Apalagi lulusan2 terbaik, tidak lah banyak yang mau kerja pada perusahaan2 kelas menengah, apalagi yg jarang terdengar.
sektor yang diincar para lulusan ternama itu juga hanya berkisar pada sektor energi (perminyakan, kelistrikan & pertambangan), sektor petrokimia, sektor telekomunikasi, dan sektor perbankan – tak lain image nya adalah memberikan gaji yg besar dan berbagai fasilitas.
Demand
iseng2 saya mikir, berapa sih jumlah kebutuhan tenaga fresh graduate di perusahaan2 ternama tersebut? dan berapa banyak pula jumlah lulusan fresh graduate sarjana di Indonesia, atau lebih sempit lagi, lulusan fresh graduate sarjana di beberapa kampus ternama di Jawa?
Katakan, BUMN2 besar spt Pertamina, Telkom & PLN, paling demand untuk fresh graduate per tahun sekitar 100-150 sarjana baru.
Begitu pula sektor perbankan, spt Mandiri, BNI, BRI, Bank Niaga, dll.
Atau sektor perminyakan swasta, katakan oil company yg cukup populer krn rajin beriklan, macam Total, Chevron, Conoco, BP, dll, paling merekrut 10-30 sarjana fresh graduate per tahun.

Nah, itu adalah kompetisi di tingkat lulusan2 terbaik dari universitas terbaik.
sementara, Indonesia ini luas, tidak hanya di pulau Jawa.
Bagaimana dengan anak2 muda kita yg tersebar dari Sabang sampai Merauke? apa kita ngga ngenes liat dari jaman telepon kaleng sampe jaman blackberry, ribuan anak muda kita berduyun2 mupeng jadi PNS, bela-belain pake uang pelicin, nempel2 oomnya yg jadi pejabat, atau ke dukun sampe tapa kungkum?

Supply
sementara itu, jumlah lulusan sarjana fresh graduate, puluhan ribu setiap tahun, mbrojol dalam periode 2-3 kali wisuda/tahun.
nah, tentu, sektor2 formal di atas tidak mampu menampung itu semua. Padahal, potensi pasar, baik domestik maupun di luar negeri terus tumbuh. sayang sekali, market share ini belum dikelola dengan optimal, malah, kecenderungan, produk/jasa dari China yang menyerbu pasar domestik.

solusinya, sudah bosan kita dengar, yaitu pertumbuhan ekonomi berbasis entrepreneurship, khususnya pada generasi muda, pada sektor usaha kecil dan menengah.
menurut saya, jenis entrepeneurship seperti apa?
monggo saling berbagi, saya mencatat ada beberapa item karakteristik pengusaha muda saat ini dan ke depan:

1. Entrepeneur berbasis kreativitas & inovasi
2. Entrepeneur yg mengandalkan added value bukan semata2 profit
3. Entrepeneur dengan public market, bukan mengandalkan proyek2 pemerintah
4. Entrepeneur dengan backbone human capital resources, bukan natural resources apalagi political resources
5. Entrepeneurship berbasis teknologi

Bener kata pak Chris, kenyataan yang terjadi sekarang seperti demikian, sangat jarang sekali mahasiswa2 indonesia yang berfikir seperti gunaris dan kalau pun ada, semuanya menyebar ke luar negeri, berbondong2 untuk memajukan bangsa lain. Moga apa yang saya dan temen bayangan, bahwasanya bangsa ini banyak memiliki gunaris-gunaris yang lain.

see u my blog for another note …

kembali tuk berfikir

berwasiat kepada diri, untuk menjadi yang terbaik buat diri. masih disini menapaki jalan jakarta yg semakin sempit semakin sesak. sudah timbul kejenuhan dalam diri saya dalam menjalani rutinitas, dan tak pantas untuk tidak bersyukur terhadap apa yg telah diberikan baik nikmat harta dan lingkungan.

2,5 tahun sudah cukup lama dan saatnya untuk kembali berfikir dalam pekerjaan, sudah pasti tentunya dgn kesibukan dan cukup lama juga saya tidak menulis “blogging” dan mengisi wall2 wordpress. nanya pada diri, lagian kenapa harus nulis dan blogging toh ga ada yang baca. tak berharap dikunjungi atau dibaca tapi hanya menyalurkan hasrat dan keinginan untuk menulis.

Konteks judulnya “kembali tuk berfikir … untuk menulis“. banyak akan saya dapat dengan menulis, secara psikis akan terlatih komunikasi kita terhadap diri sendiri dan juga agar fikirian dan otak kita belajar untuk slalu terlatih berkhayal. dengan menulis melibatkan imajinasi dan khayalan juga. Kebanyakan hasil tulisan juga berasal dari apa yang sring kita baca dan kita pahami.

konteks judul diatas juga dapat diartikan “kembali tuk berfikir … konsisten“, banyak motivator2 andal mengatakan bahwa sesuatu apapun dilakukan apabila dikerjakan dengan konsisten akan menghasilkan hasil yang bagus, tidak tertutup terhadap sesuatu yang kecil dan dianggap sepele. saya termasuk orang yang inkonsisten. Berfikir hari, ternyata besok belum tentu apa yg saya fikirkan terealisasi. banyak hal yang telah saya sia2kan. moga saya bisa konsisten lagi, baik konsisten dalam jalur pekerjaan saya, konsisten terhadap menulis “blogging” ataupun konsisten terhadap hanya punya satu pacar.. he3x sampai besok my blog, ga sabar ntuk menulis lagi …

Catatan Kaki

hanya sebuah catatan kecil, sekian hari, sekian bulan sekian tahun … smuanya sudah berubah, yang pasti menjadi sesuatu yang indah. alhamdulilah, saya mendapatkan itu smua, sahabat dan lingkungan yang baek. Dan yang terlebih adalah saya masih memiliki seseorang yang sabar menunggu, karena dia yakin “Smuanya akan indah pada waktunya” … miss u irma