Skip to content

Apa itu TKDN ?

September 2, 2010

Singkatan TKDN yang santer terdengar belakangan ini dari pemerintah dan merupakan wujud nyata pemerintah (kementerian perindustrian/red) untuk mengalakkan dan melindungi usaha kecil menengah menjadi lebih optimal untuk bersaing dengan industri luar dalam hal barang2 import.

Apa itu TKDN?

Berdasarkan regulasi yang ditetapkan pemerintah yakni Peraturan Menteri (PERMEN) No.49 tahun 2009 tentang Pedoman Pengunaan Produk dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan direvisi dengan PERMEN 102 tahun 2009. Pengadaan barang/Jasa yang dimaksud adalah pengadaan yang dilakukan dilingkungan pemerintah Seperti Pemda, Pemko, BUMN,BUMD dan smua instansi pemerintah lainnya wajib mengunakan produk dalam negeri.

Pengertian TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah Suatu batasan atau nilai yang mereprentasikan berapa tingkat kandungan lokal dalam negeri dalam suatu produk barang/jasa. Dalam mengukur TKDN untuk suatu produk, ada 3 aspek yang akan menjadi penilaian yakni Material, Tenaga Kerja, Overhead.
Pertama, Material dinilai berdasarkan daerah asal (country of origin) artinya material tersebut dibuat dan diproduksi dimana?. Kedua, Tenaga kerja yang digunakan dinilai berdasarkan kewarnegaraan. Ketiga Overhead (alat kerja/mesin, dan biaya lain2 yang berhubungan dengan produksi barang/jasa tersebut).

Setelah dilakukan verifikasi melalui pemeriksaan kelayakan surat dan dokumen pendukung, maka dari Pemerintah (kementerian perindustrian) akan mengeluarkan sertifikat TKDN yang berlaku selama 2 tahun. sertifikat ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengajukan penawaran di setiap pelelangan atau pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah, karena mayoritas setiap pelelangan pemerintah mengunakan nilai TKDN sebagai acuan dalam menentukan HEA dan pemenang lelang.

Tujuan utama TKDN, secara teoritis tujuannya menyingkirkan segala hal yang berhubungan dengan impor dan mengiatkan usaha lokal dan bahkan menumbuhkan usaha2 baru sehingga baik material ataupun overhead bisa mengunakan komponen lokal dan biaya produksi diminimalisir.(Teori doang). Kendala saat ini kebanyakan usaha lokal kalah bersaing dengan perusahaan asing, baik dari segi harga, mutu dan desainnya, maka muncullah regulasi pemerintah yang namannya TKDN + BMP.

Apa itu BMP ?

Produk apalagi tuh !!, BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) merupakan suatu apresiasi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang telah ikut andil dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat atau lingkungan disekitar perusahaan.
Tujuan utama BMP adalah memblocking perusahaan-perusahaan asing yang mengikuti tender2 pemerintah sesuai dengan aturan dan regulasi yang telah ditetapkan agar perusahaan lokal bisa menjadi leader atau pemenang dalam setiap pelelangan.

Jadi, usaha dari pemerintah ini patut di acungin 4 jempol dah. regulasi yang dibuat oleh pemerintah melalui peraturan menteri sudah cukup membantu menumbuhkembangkan usaha kecil menengah. Sekarang, yang menjadi kendala, barang2 yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan lokal sangat mahal dibanding dengan barang-barang impor. Alhasil untuk bersaing dengan produk-produk impor, banyak perusahaan indonesia yang masih memakai material impor untuk proses produksi, dikarenakan masalah diatas.

Pemerintah harus segera bekerja, berfikir keras dan cerdas dan segera mengeluarkan regulasi2 baru atau menemukan solusi masalah mulai dari hulu samapai ke hilir agar kendala tersebut bisa diminimalisir. Contohnya Krakatau Steel, perusahaan penghasil baja terbesar di indonesia yang mana masih mengunakan bijih besi impor dikarenakan belum ada pabrikan/ perusahaan pengolah bijih besi di indonesia. Padahal sumber daya mineral bijih besi sangat berlimpah. Memang pemerintah sekarang ini harus kerja keras dan dalam kasus bijih besi, moga cepat dah terealisasi proyek penambangan biji besi di Kalimantan. Maju terus Indonesia, Singkirkan impor, Patenkan yang menjadi milik kita, maju terus produk lokal.

About these ads
7 Komentar
  1. halooo..
    salam kenal iah ^^
    pelangi datang berkunjung…
    yuk, silakan baca psotingan pelangi berikut ini :

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    jangan lupa kasih comment iahh ^^
    makasiihh

    salam,
    pelangi itu aku

  2. setujuh da..emang harus begini negara kita..
    tp udh siap blm ya Indonesia untuk menyambut AFTA 2010 ??..cz banyak kn barang2 di negara kita kadang sulit untuk bersaing dalam hal harga dan kualitas..

    Tapi ttp optimis ya da..maju terus industri dalam negeri..maju terus surveyor indonesia..hahahahahahahaha

  3. Pasya permalink

    bagaimana cara menghitung TKDN pada pelumas impor

    • kalo pelumasnya 100 % impor yah TKDNnya nol. prinsip dari TKDN itu adalah menilai komponen apa saja yang mengunakan unsur dalam negerinya. kalau anda fokus menilai berapa tingkat kandungan lokal dari pelumas impor (dalam artian menilai manufacture dari suatu barang tersebut) maka nilai TKDNnya 0 %, karena tidak ada mengunakan 1 pun kandungan lokal dalam artian full import. kecuali ada lagi proses manufacture yang dilakukan di indonesia (dalam negeri), seperti penambahan zat additif lainnya pada pelumas dan proses packing yang dilakukan di indonesia yang akan melibatkan material, tenaga kerja dan overhead dalam negeri tentunya.

      • untuk teknis menghitung TKDN nya seperti apa ya? tempat saya material memang menggunakan bahan impor, tp pekerja dan overheadnya Indonesia, apakah itu otomatis TKDN nya 66,7%? pekerja saya memegang peranan penting mulai dari desain, riset dan manufaktur.

  4. Hidayat permalink

    bagaimana dengan sektor jasa/konsultasi, misalnya untuk jasa konsultan asing. apa lama-kelamaan trend-nya jatuh semua ke konsultan lokal, atau konsultan asing juga boleh asal pakai tenaga lokal?

  5. bagus sekali, sekalian alih teknologi. mengunakan konsultan asing/ Kontraktor EPC asing, misalnya pada pembangunan PLTU, tapi teteup mengunakan produk yang diproduksi di indonesia, mungkin komponen steam turbin ato generator, SDA/SDM kita belum mumpuni, tapi produsen boiler sudah banyak diindonesia lo. dengan kita memakai material dan bahan baku yg diproduksi di sini akan mengalakan usaha kecil di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: