Skip to content

Bangsa ini butuh sosok entrepreneur kreatif

Juli 7, 2011

welcome my blog,
saya ingin bahas tentang kreatifitas, menurut saya kreatifitas itu adalah orang yng pintar membuat segala sesuatu yang sederhana menjadi nilai manfaat buat orang banyak, kreatif juga diartikan bahwa sesorang yang kaya akan imajinasi. sesosok pengusaha/ entrepreneur berasal bukan hanya dari orang yang pintar dan jenius tapi adalah dari orang2 yang kreatif dan punya daya imajinasi tinggi.

Kreatifitas ini ditunjukan oleh seorang mahasiswa semester II Jurusan Teknik Elektro Institut
Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) Gunaris, 24 tahun, penemu telepon
umum pintar. anda mungkin dapat lngsung ke website yang saya baca http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2001/05/21/ILT/mbm.20010521.ILT79593.id.html

Banyak temuan yang ditemukannnya, apakah karena gunaris pintar atau dr orang berpunya, ternyata tidak gunaris dari orang sederhana yang kehidupannya senen sampe rabu doang. tapi disana hikmah yang ada, dengan hidup sederhana itu di memiliki imajinasi yang luar biasa. berfikir layaknya seorang enterpreneur. sebenarnya yang dibutuhkan bangsa ini adalah seoarang yang kreatif yang merupakan solusi dan sebagai potret lokomotif perekonomian bangsa masa depan.

mengapa?

saya mengutip dari komentar pak Chris pada milis migas indonesia, beginilah potret calon/bibit penerus bangsa ini yang realitanya berbanding terbalik dengan kreatifitas gunaris

Demand vs Supply
lazimnya anak2 muda, lulusan anyar kampus2 ternama di Indonesia, prioritas utama adalah bekerja pada perusahaan atau instansi ternama. Apalagi lulusan2 terbaik, tidak lah banyak yang mau kerja pada perusahaan2 kelas menengah, apalagi yg jarang terdengar.
sektor yang diincar para lulusan ternama itu juga hanya berkisar pada sektor energi (perminyakan, kelistrikan & pertambangan), sektor petrokimia, sektor telekomunikasi, dan sektor perbankan – tak lain image nya adalah memberikan gaji yg besar dan berbagai fasilitas.
Demand
iseng2 saya mikir, berapa sih jumlah kebutuhan tenaga fresh graduate di perusahaan2 ternama tersebut? dan berapa banyak pula jumlah lulusan fresh graduate sarjana di Indonesia, atau lebih sempit lagi, lulusan fresh graduate sarjana di beberapa kampus ternama di Jawa?
Katakan, BUMN2 besar spt Pertamina, Telkom & PLN, paling demand untuk fresh graduate per tahun sekitar 100-150 sarjana baru.
Begitu pula sektor perbankan, spt Mandiri, BNI, BRI, Bank Niaga, dll.
Atau sektor perminyakan swasta, katakan oil company yg cukup populer krn rajin beriklan, macam Total, Chevron, Conoco, BP, dll, paling merekrut 10-30 sarjana fresh graduate per tahun.

Nah, itu adalah kompetisi di tingkat lulusan2 terbaik dari universitas terbaik.
sementara, Indonesia ini luas, tidak hanya di pulau Jawa.
Bagaimana dengan anak2 muda kita yg tersebar dari Sabang sampai Merauke? apa kita ngga ngenes liat dari jaman telepon kaleng sampe jaman blackberry, ribuan anak muda kita berduyun2 mupeng jadi PNS, bela-belain pake uang pelicin, nempel2 oomnya yg jadi pejabat, atau ke dukun sampe tapa kungkum?

Supply
sementara itu, jumlah lulusan sarjana fresh graduate, puluhan ribu setiap tahun, mbrojol dalam periode 2-3 kali wisuda/tahun.
nah, tentu, sektor2 formal di atas tidak mampu menampung itu semua. Padahal, potensi pasar, baik domestik maupun di luar negeri terus tumbuh. sayang sekali, market share ini belum dikelola dengan optimal, malah, kecenderungan, produk/jasa dari China yang menyerbu pasar domestik.

solusinya, sudah bosan kita dengar, yaitu pertumbuhan ekonomi berbasis entrepreneurship, khususnya pada generasi muda, pada sektor usaha kecil dan menengah.
menurut saya, jenis entrepeneurship seperti apa?
monggo saling berbagi, saya mencatat ada beberapa item karakteristik pengusaha muda saat ini dan ke depan:

1. Entrepeneur berbasis kreativitas & inovasi
2. Entrepeneur yg mengandalkan added value bukan semata2 profit
3. Entrepeneur dengan public market, bukan mengandalkan proyek2 pemerintah
4. Entrepeneur dengan backbone human capital resources, bukan natural resources apalagi political resources
5. Entrepeneurship berbasis teknologi

Bener kata pak Chris, kenyataan yang terjadi sekarang seperti demikian, sangat jarang sekali mahasiswa2 indonesia yang berfikir seperti gunaris dan kalau pun ada, semuanya menyebar ke luar negeri, berbondong2 untuk memajukan bangsa lain. Moga apa yang saya dan temen bayangan, bahwasanya bangsa ini banyak memiliki gunaris-gunaris yang lain.

see u my blog for another note …

2 Komentar
  1. jayadi permalink

    Tidak ada yang salah dengan apa yang dipahami, namun yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkan sikap pejuang,petarung di bumi pertiwi ini,.. sanggup menanam kelapa tanpa berharap akan dapat memetih buah nya,..

Trackbacks & Pingbacks

  1. sapu angin kuasai sepang « dafuad's weblog

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: